Antara ada dan tiada pemimpin: sebuah kalimat yang sempat keluar dari salah seorang politisi yang menjadi peserta diskusi sarasehan anak negeri di metrotv, malam Jum`at ini 12/1/2012. Kalimat yang sederhana namun bermakna negatif jika hal tersebut ditujukan kepada sebuah negara/i yang mempunyai pemimpin/raja yang diangkat secara syah menurut undang-undang dan diakui oleh negara-negara lain yang berdaulat.
Antara ada dan Tiada Pemimpin:
Negara kita memang mempunyai pimimpin tertinggi yang disebut presiden. Dan mungkin akan masih tetap eksis hingga berakhir masa jabatannya dan segera digantikan oleh pemimpin baru pula. Hanya ketika kalimat Antara ada disambung menjadi tiada pemimpin, maka keberadaan pemimpin kita menjadi sebuah simbolik belaka di mana keberadaan pemimpin menjadi tiada makna bagi para rakyatnya.
Ketika pemimpin sebuah negara ada, namun tidak memberikan makna kepada rakyat yang dipimpinnya, maka akan terjadi yang disebut Pemimpin yang tidak mendukung rakyatnya. Ketika rakyat membutuhkan keadilan, namum pemimpin memberikan tekanan dan bahkan mempersalahkan rakyatnya.
Ketika rakyat menginginkan kesejahteraan ekonomi kepada rajanya, tapi sang raja melemparkan beban berat kepada rakyatnya dengan menetapkan berbagai kebijakan pemerintah yang kurang mendukung ekonomi rakyat, semementara raja sendiri lebih memikirkan diri sendiri dan kolega bisnisnya sendiri.
Kemana Dimana?
Memang ada pemimpin, tapi kemana dimana fungsi pemimpin kita? Ketika rakyat diwajibkan membeli minyak ekspor pertamax yang memperkaya perusahaan asing sementara rakyat menjadi semakin miskin. Bukan hanya pemimpin, bahkan para wakil rakyat yang terhormat, para anggota dewan yang notebonenya dipilih oleh rakyat pun
seakan-akan ikut tidak mendukung rakyatnya. Ketika banyak anak negeri dipaksa belajar di ruang kelas yang rusak, kotor, dengan atap seng yang bocor di saat hujan, bahkan ada yang belajar di bekas kandang ternak kambing, sementara pejabat begitu manja dan mudahnya memakai uang pajak rakyat untuk membangun ruang rapat banggar DPR Rp. 20 Miliar.
Mungkin kita semua akan marah jika salah seorang anggota diskusi sarasehan di MetroTV beberapa jam tadi mengatakan, pemimpin negara kita sekarang ini tak ubahnya seperti VOC pada masa penjajahan belanda, namun memang kenyataan pahit antara ada dan tiada pemimpin sepertinya sedang terjadi di negera tercinta kita saat ini.
Negeri Auto Pilot
Jika pemimpin seakan tidak ada, jadi siapa sebenarnya yang memimpin negeri ini? apa berjalan dengan sendirinya alias negeri auto pilot. Lantas siapa yang menjalankan remote controlnya?
Memang budaya kesenian wayang kulit dan wayang golek ada di negeri kita, namun tidak seharusnya, pemimpin kita menjadi sebuah wayang, yang remote kewibawaan dan kebijakannya dipegang oleh pihak-pihak tertentu yang menekan rakyat.
Sumber:
sarasehan anak negeri, Live Suara Anda, Menyelamatkan Negeri Auto Pilot, Metrotv, 20.00 WIB, 12 Januari 2012
Catatan Sebelumnya:
Ramalan Feng Shui Naga Air Tahun 2012
Kebutuhan Rumah Tempat Tinggal-Hidup Di Kolong Jembatan
Republik Kekerasan-Catatan Akhir Tahun
Baca Lintas Berita TV Selengkapnya... Antara Ada dan Tiada-Negeri Auto Pilot-Kemana Pemimpin Kita


Menurut istilah bahasa, kata Slogan berasal dari bahasa Gaelik, Sluagh-ghairm yang berarti Teriakan Bertempur. Slogan merupakan teks-teks kata atau kalimat tertentu yang diucapkan/diteriakkan atau ditulis untuk menyampaikan suatu ekspresi atau ide-ide dan 








